Sabtu, 13 Juni 2015, libur sekolah telah tiba. Anak-anak tentu senang. Tetapi banyak orang tua kadang bingung ketika melihat anak-anaknya mulai nganggur di rumah. Seakan merugi kalau anak-anak nganggur di rumah. Itu sih perasaan yang saya dengar dari beberapa orang tua. Apakah perasaan para bapak/ibu demikian ? Nah, kalau anak-anak masa libur begini, saya berusaha untuk berpikir, kira-kira apa ya yang harus dilakukan anak di rumah. Apalagi zaman gadget, pasti tidak terlewatkan anak-anak akan memilih enjoy memainkan obyek teknologi smartphone yang didominasi oleh gerak jari tetapi membatasi gerak tubuh.

Mengisi waktu libur secara kreatif

Saya pun berpikir, saat anak libur, sebaiknya anak pun menikmati libur. Toh, mereka sudah terlalu serius menghabiskan waktuya di sekolah dan terpenjara di ruang-ruang isolasi tembok kelas. Di tembok kelas mereka dikenalkan kehidupan melalui teks-teks pelajaran dan terbatas pengalaman.

Saat libur, saya berpikir mencoba mengenalkan kekayaan alam nan melimpah di sekitar rumah tinggal. Mumpung, persawahan masih menyisakan denyut hidup tetumbuhan. Sebelum pada akhirnya tumbuhan itu kalah dengan predator developer. Dan nyata, sebagian petakan-petakan sawah di sebelah rumah kami sudah terlihat calon lahan yang sudah terjamah para pengembangan. Tembok dibangun, di tengahnya terpancang tandon air menjulang di tengah-tengah hantaran sawah yang sudah dikasih pembatas tembok terbuat dari batako.

Lahan bekas panen, nampaknya tidak lagi akan dilanjutkan untuk musim tanam berikutnya. Lahan persawahan ini seperti lahan tidur. Sebuah pertanda jika lahan ini akan dibangun perumahan. Patok (pasak) ditancapkan di titik-titik menandai adanya sketsa miniatur pengkaplingan perumahan.

Saya bersama @Zara dan @Irsyad di pagi itu menyusuri arena sawah di sebelah selatan rumah tinggal kami, Perum Joyogrand sisi atas, begitulah sebagian orang menyebutnya. Kami menuruni jurang yang menjadi pemisah antara perumahan dengan persawahan. Cukup menukik dan menanjak, tetapi untunglah jalan setapak itu sering digunakan penduduk untuk menyeberang. Kami menjadi mudah melewatinya, apalagi di sisi jalan setapak itu dipasang pasak bambu sebagai pegangan turun dan tanahnya dibuat seperti anak tangga sehingga kecuramannya tidak dikawatirkan akan menjadikan orang yang lewat terpeleset. Ini membantu dua anak saya lebih aman meskipun menuruni dan menaiki jurang tersebut membutuhkan tenaga tambahan.

Kami pun keluar dari rerimbunan bambu yang menutupi jurang. Lega rasanya. Kami pun memasuki hamparan sawah yang sudah tidak ditanami. Di sebelah kiri terhampar lapang dan sejauh mata memandang kami bisa melihat gedung seperti bangunan UIN Maliki Malang dan Universitas Brawijaya karena memang tanpa penghalang. Di sisi kanan masih ada tanaman yang tersisa, seperti sengon, tebu, kacang tanah dan tanaman lain yang tidak sempat kami identifikasi.

Saat kami menyusuri jalan, saya tidak terlintas tumbuhan tebu yang diliputi bunga tebu menjulang ke langit. Kesadaran saya menguat disaat kami kembali pulang dan melihat bunga tebu tersebut. Terlintaslah di pikiran saya pada masa-masa di mana kehidupan kecil saya pernah membuat permainan dari batang bunga tebu. Kehidupan desa yang pernah saya jalani langsung menginspirasi untuk segera mengambil batang bunga tebu untuk sesuai kebutuhan. Meski agak sedikit lupa memetik batang bunga tebu, saya pun berusaha meraihnya bersama dua anak saya. Kami menaiki gundukan karena letak tanaman tebu menanjak di atas gundukan sementara jalan yang kami lalui posisi di bawah. Beberapa batang bunga tebu akhirnya kami dapatkan. Bentuknya menarik dan halus.

Batang buah tebu1Menerbangkan batang bunga tebu

Panjan batang bunga tebu bervariasi. Setiap batang memiliki ruas (jawa ; ros-rosan) yang bisa dipatahkan menggunakan tangan dengan sangat mudah. Cari jarak antar ruas yang cukup, tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang. Kira-kira seukuran 30 cm-an sudah cukup. Kita bisa mencari dua potongan yang panjangannya sama. Jika sudah mendapatkannya, carilah benang seukuran benang untuk layang-layang atau benang jahit. Anda bisa membelinya di toko terdekat.

Apa fungsi benang tersebut. Benang ini salah satu alat yang digunakan untuk menerbangkan batang bunga tebu. Ambil benang dengan panjang kira-kira sedikit melebihi panjang batang bunga tebu kita. Anda bisa menambahi kira-kira 10 cm dari panjnag batang bunga tebu. Ikat salah satu ujung benang dengan salah satu ujung batang bunga tebu. Anda bisa gunakan simpul tertentu atau yang terpenting ujung benang terikat dengan kuat di ujungan salah satu batang bunga tebu. Jika sudah, batang bunga tebu sudah siap dijadikan alat bermain.

Bagaimana cara  menerbangkan ? Saya pun bereksperimentasi bersama anak pertama, @zara. Saya agak lupa memang. Untuk itu saya mencoba-coba lagi setelah sekian lama tidak bermain. Adapun langkah-langkah menerbangkan sebagai berikut ;

  1. Cari ujung benang yang sudah diikat di salah satu batang tebu.
  2. Satukan ujung benang yang tidak diikat untuk dililitkan ke batang bunga tebu satunya. Perhatikan, bahwa ujung benang tidak perlu diikat. Hanya dililitkan agar tidak terlepas saja.
  3. Lilitkan benang semakin menjauhi dari titik awal pelilitan dan lilitkan memutari batang tebu semakin menjauh dari titik lilitan pertama hingga mendekati ujung batang buah tebu.
  4. Setelah habis lilitannya, anda akan mendapati dua batang itu menyatu (berdempetan). Saatnya penerbangan akan dimulai.
  5. Pegang kedua batang tersebut. Batang yang diikat dengan simpul dipegang dengan erat, sementara batang yang dililitkan hanya dipegang agar tidak jatuh.
  6. Cari tempat yang lapang dan siapkan melempar dengan tenaga penuh ke udara. Perlu diingat, batang yang dililit tadi harus dilepas, sementara batang yang terikat dan kita pegang dengan kuat tetap dipegang di tangan dengan erat agar tidak lepas.
  7. Latih berulang sehingga anda semakin punya pola yang pas agar batang tebu bisa terbang ke langit-langit.

Batang tebu tersebut akan terbang meliuk-liuk di langit dengan indah. Jika kita mendapatkan cara yang tepat, dan daya lempar kita kuat, batang akan terbang tinggik dan mengeluarkan suara, wung…wung…wung….. Tambahan suara ini akan semakin seru. Saya pun mengajak anak saya untuk menerbangkannya dan dialah yang memberi tahu jika ada desir suara tersebut. Silahkan anda mencoba sendiri jika anda kebetulan bisa mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan.

Manfaat psikologis menerbangkan batang buah tebu

Kreatifitas berlibur dapat kita jadikan sebagai ruang dan waktu berkontribusi pada anak. Kegiatan menjelajah adalah kreasi untuk menambah pengalaman dan pengetahuan anak terhadap alam sekitar dan memanfaatkan sumber daya alam sebagai bahan kreasi bermain. Orang tua memiliki kesempatan yang positif untuk mencari kegiatan-kegiatan positif di luar rumah agar anak tidak terjebak pada rutinitas kontra-produktif di dalam rumah dan terpenjara memanfaatkan waktu libur dengan kegiatan berorientasi gadget dan televisi.

Kegiatan ini mereproduksi masa lalu kreatif sebagai bahan pembelajaran dan menguatkan nilai pengasuhan. Kegiatan seperti ini dapat menjadi momentum membangun kelekatan (attachment) pada anak. Hubungan kelekatan tidak semata merupakan hubungan menyentuh fisik tetapi dapat dikelola dengan menciptakan aktifitas-aktifitas produksi atau mencipta. Jelajah alam sekitar merupakan cara mengasah kecerdasan natural dan mengajari anak-anak lanskap alam di sekitar tempat tinggal. Asah kreasi pun bisa kita kembangkan dari bahan-bahan yang terdapat di alam. Pengenalan ini menjadi kegiatan langka disaat anak-anak ditunggalkan pengalamannya oleh sekolah, sementara ruang eksperimentasi hidupnya semakin menipis untuk mengenali sumber-sumber pengetahuan dan kreatifitas dari pengalaman-pengalam kontekstual.

Oleh karena itu, mengitari alam di sekitar tempat tinggal kita, orang tua dapat mengenalkan pada anak-anak aneka tumbuh-tumbuhan. Sumber alam ini bahkan dapat kita kembangkan sebagai bahan-bahan permainan. Tidak terkecuali batang buah tebu mengingatkan saya pada permainan masa lalu dan menstimulasi saya untuk diterapkan sebagai buah permainan anak. Anak menjadi tahu dan bergembira dengan pengalaman baru.

Batang buah tebu3Permainan ini dapat menstimulasi pengetahuan baru dari bahan alam. Ia memperoleh contoh bagaimana permainan itu diperoleh dari lingkungan sekitar. Hubungan anak dan alam dibangun sebagai hubungan yang tidak mengasingkan tetapi hubungan dialogis yang menggemberikan. Anak menjadi tahu mengenai batang bunga tebu. Anak-anak dapat juga didorong untuk mengeksplorasi mengenai nama buah tebu dari sumber internet. Orang tua pun dapat mengenalkan nama batang bunga tebu dan bunga tebu. Saya googling dan menemukan nama bunga tebu disebut dalam bahasa jawa dengan istilah glagah (gleges). Dalam dunia pengetahuan, batang bunga tebu dapat dijadikan sebagai alat eksplorasi meningkatkan pengetahuan anak-anak.

Permainan batang tebu melibatkan asah kecerdasan kinestetik mencakup motorik halus seperti membuat tali simpul. Pelajaran ini biasanya dilatihkan ketika pramuka. Batang bunga tebu yang akan dimainkan membutuhkan ketrampilan membuat tali simpul agar bisa terbang karena membutuhkan alat berupa benang. Setelah mampu membuat simpul, anak dilatih melilitkan secara tepat agar lilitannya bisa terlepas sehingga bunga tebu mampu terbang dan bergerak berirama menyesuaikan grafitasi bumi. Kemampuan menerbangkan juga mengombinasi ketrampilan motorik kasar melempar batang bunga tebu. Kemampuan menerbangkan membutuhkan asah terampil. Mengapa begitu ? Batang bunga tebu bobotnya sangat ringan. Berbeda dengan bobot batu atau benda keras lainnya. Berat yang amat ringan ini jika dilambungkan tidak tepat, batang ini tidak bisa terbang dan langsung jatuh. Tidak sekali melempar langsung bisa terbang. Perlu diulang sehingga anak mendapatkan gerak sinergi dengan angin dan mampu melambungkan batang bunga tebu yang memang beratnya sangat ringan. Bagi anak saya seusia kelas 7, dia membutuhkan beberapa kali untuk bisa menerbangkan dengan baik. Dia pun bereksplorasi dan akhirnya mampu menerbangkan permainannya. Dia bahkan menemukan desiran suara gesekan antara batang bunga tebu dan angin yang menambah suka citanya.

Dia akhirnya mendapati pengalaman baru. Pengalaman baru dibutuhkan anak untuk menimbulkan insight yang merangsang pikiran positif dan perasaan bersuka cita karena memperoleh hal-hal yang menyenangkannya. Kesenangan atas pengalaman baru memfasilitas penyingkiran tekanan psikologis anak. Bebasnya anak dari tekanan psikologis menimbulkan efek positif karena pengalaman yang masuk direkam kedalam memori dan mental sehat sehingga akan berimplikasi positif pada emosi, pikiran anak sebagai penopang terbentuknya pengalaman baru. Pengetahuan baru yang dibangun oleh rasa suka (emosi positif) dan bebasnya anak dari tekanan psikologi membantu pertumbuhan emosi, kognitif dan ketrampilan anak lebih berkualitas daripada anak berada dalam tekanan hebat saat belajar.

Permainan menerbangkan batang bunga tebu dapat pula melibatkan banyak anak. Dibuat dan diterbangkan bersama. Cara seperti ini dapat menciptakan kondisi kebahagiaan yang dapat dirasakan secara kolektif. Ajak anak-anak di sekitar rumah. Permainan yang dilakukan bersama-sama juga berdampak pada nilai sosial dan emosional anak. Ia membantu sosialisasi dan memberi ruang kegembiraan bersama di antara anak-anak. Ini juga memberikan pilihan hubungan sosial diantara anak dipenuhi oleh nilai emosional yang menggembirakan. Semakin anak terkondisi dalam ruang sosialisasi yang menggembirakan, hubungan sosial yang diliputi emosi gembira akan membantu anak bebas dari hubungan penuh kekerasan diantara sesama anak.

Bagaimana dengan Ayah-Bunda di rumah. Tema liburan apa yang kiranya bisa dibagi bersama anak-anak kita ?

Ditulis oleh Mohammad Mahpur