SAM_0013Hubungan keluarga selalu membutuhkan situasi yang cair. Disaat rutinitas masing-masing anggota asik terkonsentrasi pada tugas, tanggungjawab, aktifitas dan peran yang berbeda-beda, jika tidak disiasati, hubungan antar-anggota tersebut bisa menjadi stagnan, kering dan mandek. Kondisi tersebut akan dapat berimplikasi saling mengabaikan, surutnya perhatian relasi antar-keluarga dan mudah menimbulkan warna konflik.

Humor dapat menjadi pemecah kebekuan dan meningkatkan kualitas komunikasi antar-anggota keluarga yang diwarnai pembicaraan menggembirakan, menyembuhkan tekanan (stres) melalui senda-gurau dan mengembalikan kesehatan antar-orang karena humor dapat dijadikan sebagai strategi menanggulangi berbagai bentuk ketegangan, tekanan, problem yang dihadapi seseorang dan menjadi sistem imun (daya tahan seseorang) untuk meningkatkan respon situasi emosi positif dari tekanan hidup. Humor secara personal meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup. Kajian psikologi mutakhir memasukkan humor menjadi salah satu bahasan psikologi positif.

Kita dapat melihat rasa humor pada sejumlah orang, suatu contoh pada pribadi Gus Dur. Rasa humor Gus Dur jamak diketahui mampu membangkitkan kebersahajaan dan sikap diri untuk bebas dari situasi tertekan dari serangan lawan politik. Rasa humor juga menciptakan strategi menghindari konflik yang berkelanjutan dan membebaskan dari tekanan karena problem yang sedang dihadapi. Diksi “begitu saja kok repot” adalah ekspresi bahasa verbal humor Gus Dur sebagai strategi mengatasi tekanan sehingga mencerminkan sikap diri bahwa setiap menghadapi persoalan seseorang hendaknya selalu tenang dan tidak panik.

Psikolog Gordon W. Allport juga menyatakan humor menjadi dinamika personal yang mencirikan bentuk kematangan pribadi seseorang. Oleh karena itu humor dapat dikelola untuk mengembangkan rasa komunikasi dalam keluarga guna memulihkan harmonisasi hubungan antar-anggota keluarga. Makna humor biasanya disertari ekspresi tertawa, perasaan emosional lepas dan ragam hubungan mencair yang ditandai oleh senda-gurau yang menggembirakan. Situasi ini menunjukkan setiap orang saling empati karena hubungan komunikasi menjadi setara dan respon emosi antar-orang semakin positif.

Kualitas humor dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan waktu senggang yang ada sebagai sarana berkumpul bersama keluarga. Momentum ini dapat digunakan untuk saling berbagi cerita. Kisah tersebut dapat merangsang humor, kejenakaan dan sarana berbagi yang menggembirakan. Hubungan yang demikian akan memulihkan emosi yang tertekan dan mencairkan hubungan yang selama ini tidak terasah akibat setiap anggota keluarga terpaku pada kepentingan sendiri.

Humor yang positif, bukan humor yang bernuansa melecehkan, merendahkan dan seksis, mampu membangkitkan hubungan antar-anggota keluarga menjadi lebih akrab dan penuh keselarasan (harmoni). Ketika satu anggota mengalami kondisi tertekan, sentilan humor positif dapat membangkitkan gairah dan meredakan ketegangan. Humor positif mampu menumbuhkan respon emosi positif. Ia bermanfaat untuk menyeimbangkan hubungan sehingga beban psikologis dapat selalu diperbarui [bersambung].

Tulisan bagian 1 dapat anda klik di Humor Memperbarui Harmonisasi (Bagian 1).
Tulisan bagian 2 dapat anda klik di Humor Menghangatkan Hubungan Pasangan (bagian 2) 
Tulisan bagian 3 silahkan menunggu dan bersabar ya….