Transformasi humor dapat dikembangkan untuk memperkaya teknik-teknik pengasuhan anak. Ketrampilan ini menjadi salah satu kiat untuk meningkatkan praktik kasih sayang orang tua dan menumbuhkan kelekatan yang aman (secure attachment) bagi anak.

Penggunaan komunikasi dengan cara humor membuat jiwa anak dapat diseimbangkan dan memberikan sentuhan peran orang tua sejalan dengan kebutuhan emosional anak serta mampu mendorong alternatif mewujudkan salah satu kebahagiaan bagi perkembangan anak. Oleh karena itu pada sesi artikel ini akan sekilas membahas humor sebagai teknik memperkaya ketrampilan pengasuhan anak yang bisa dilatihkan pada orang tua pada waktu-waktu senggang.

Kedekatan orang tua dengan anak membutuhkan kualitas harmoni. Kedekatan bukan berarti semata diartikan dekat secara fisik yang ditandai kehadiran orang tua di rumah. Kedekatan dengan kualitas harmoni mensyaratkan hubungan yang dipenuhi dengan interaksi positif, misalnya berkumpul bersama dan saling bercerita, menemani bermain, membuat pertanyaan yang merangsang anak membantu mengasah penalarannya, mengajak bepergian bersama anak ke tempat-tempa istimewa atau teman serta kerabat, atau mendampingi acara anak merupakan pengejawantahan hubungan harmoni.

Humor menyegarkan interaksi sosial, mendorong hubungan familiar, penuh keakraban, memperkaya imajinasi sosial anak, dan menciptakan suasana bergembira secara kolektif. Humor merangsang kenikmatan kebahagiaan bersama anak dapat saling dipertukarkan. Ia menyehatkan karena rasa jenaka, tertawa, gembira dapat merangsang emosi sosial sehingga menurunkan tingkat stres atau tekanan psikologis akibat masalah yang dihadapi oleh anak.

Humor pada anak dapat dikembangkan menggunakan media cerita. Orang tua dapat memilih cerita-ceria lucu melalui browsing di internet, membaca buku cerita atau mengisahkan pengalaman keseharian istimewa atau di tempat kerja orang tua untuk digubah menjadi cerita-cerita menyegarkan. Orang tua juga dapat mengolahnya dengan memperkaya gerak tubuh (gesture) yang lucu untuk merangsang komunikasi interaktif dan daya tarik anak.

Humor mengelola harmoni dengan mengoptimalkan hubungan emosional tanpa tekanan dan membebaskan anak dari perasaan takut oleh hubungan paternalistik, yakni orang tua menjadi figur yang menakutkan atau hubungan yang mengancam. Melalui humor anak dapat menempatkan orang tua kedalam imajinasi kreatif, sosok yang suka bergembira, penuh perhatian, merasakan kasih sayang dan kedekatan.

Humor juga dapat mengubah suasana hati anak dan menyehatkan secara emosi. Anak memperoleh keseimbangan emosi yang tercipta pada momen humor. Humor juga mampu digunakan untuk membentuk sikap positif anak, asalkan humor merupakan reproduksi dari sebuah kegembiaraan yang diekspresikan melalui kata-kata positif. Humor dengan demikian dapat memulihkan kondisi psikis menuju kualitas emosi yang normal.